.jpg)
PENDEKATAN ”JALAN PINTAS”
ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI
( Guru SMA Negeri 1 Takalar)
A.Latar Belakang
Model pembelajaran konvensional yang pada prinsipnya menata kegiatan pembelajaran secara klasikal dan rapi dimana guru melaksanakan pembelajaran secara monolog ternyata cenderung membosankan dan kurang merangsang siswa untuk lebih kreatif mengembangkan kemampuannya.Keadaan ini jika tidak disikapi secara serius akan berdampak negatif terhadap hasil belajar siswa yang tentu saja akan berpengaruh terhadap kemampuannya berkompetisi memperebutkan pasar kerja kelak jika terjun ke masyarakat.
Salah satu masalah umum yang dihadapi oleh sebagian guru saat ini adalah masih rendahnya kemauan yang dibarengi dengan kurangnya kemampuan dalam mengembangkan model/pendekatan pembelajaran yang inovatif.Padahal ”gaya dan variasi pembelajaran” mutlak dimiliki oleh seorang guru untuk mengurangi monotoisme yang menyebabkan ”lesunya” kegiatan pembelajaran.Model pembelajaran inovatif yang banyak ditunjang oleh kemajuan teknologi saat ini dapat membangkitkan semangat dan motivasi belajar siswa ,mengembangkan seluruh potensi siswa,menanamkan kehidupan yang demokratis dan menjadikan masyarakat dan lingkungan sebagai sumber belajar.Selain itu dapat menjadi solusi bagi mata pelajaran yang tidak memiliki laboratorium untuk pembelajaran praktek seperti geografi.
Pengalaman penulis selama mengajar geografi ,umumnya siswa kurang mampu mempertemukan konsep dengan kenyataan dilapangan apabila hanya disuguhi dengan media konvensional seperti atlas,globe,gambar chart,koran,majalah,dsb.Oleh karena itu diperlukan pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuannya menjadi sebuah konsep yang jelas dengan menyaksikan gejala alam,tanpa harus ”terjun” ke lapangan.
B.Jalan Pintas sebagai sebuah alternatif .
Istilah ”Jalan Pintas” biasanya berkonotasi negatif.Kadang ada yang menganggap bahwa ”jalan pintas” tidak profesional atau hanya mengandalkan trial and eror,coba-coba,dan sebagainya tetapi dalam konteks pendekatan pembelajaran yang ditawarkan melalaui tulisan ini,maknanya tidak seperti itu.Secara spesifik ”jalan pintas”digunakan oleh penulis untuk menggambarkan sebuah pendekatan yang memanfaatkan kemajuan ICT dipadukan dengan inovasi pembelajaran yang dalam hal ini dlm bentuk CD Pembelajaran.Pemanfaatan hasil inovasi pembelajaran dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti praktek lapangan(field work) yang merupakan salah satu tuntutan dalam pembelajaran geografi.Karena terdapat konsep-konsep yang memerlukan pembuktian fakta dilapangan.
Pendekatan short cut(jalan pintas)yang dimaksud disini adalah suatu pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan kondisi yang tersedia tanpa mengurangi makna/substansi maupun konten yang akan disampaikan kepada siswa.Pemanfaatan hasil inovasi pembelajaran misalnya dengan menggunakan CD pembelajaran interaktif yang diterbitkan oleh PUSTEKOM,atau media pembelajaran dari Pusat Sumber Belajar dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti praktek lapangan.Karena kenyataannya,praktek lapangan tidak efisien,baik dari segi waktu yang digunakan(jelas mengganggu jam pelajaran lain),biaya(memerlukan tambahan biaya dari siswa) dan keamanan( beresiko membawa siswa ke lapangan dalam jumlah yangt banyak).
Inovasi dalam teknologi pendidikan yang berkembang pesat saat ini dibidang informatika dan telekomunikasi seperti media pembelajaran interaktif yang dikemas dalam CD room interaktif membawa perubahan terhadap perkembangan metode dan pendekatan pembelajaran..Jika dihubungkan dengan materi geografi kehadiran media teknologi ini dapat menghadirkan gejala-gejala alam kedalam ruangan belajar sebagaimana keadaan sesungguhnya dialam terbuka tanpa harus membawa siswa praktek lapangan (fieldwork).Siswa dapat mencermati dari dekat materi yang disajikan melalui CD room interaktif serta dapat mengulangi tayangannya apabila terdapal hal-hal yang belum jelas.Selain itu secara psikologis kegiatan pembelajaran akan berlangsung menarik karena diiringi dengan alunan musik.Pendekatan short cut(jalan pintas) berbantuan CD room interaktif dapat diterapkan pada beberapa pokok bahasan sekaligus pada kelas X SMA.Sebagai contoh pada pokok bahasan atmosfera(1.5.),dinamika hidrosfera(1.6),dinamika fedosfera(1.7) khususnya sub pencemaran tanah.
C.Kesimpulan
1. Pendekatan short cut(jalan pintas) yang memanfaatkan CD room interaktif sebagai sumber utama kegiatan pembelajaran masih tergolong jarang diterapkan oleh guru.Padahal dibeberapa sekolah ini fasilitas media pembelajaran interaktif tersedia dan cukup refresentatif.Ini berdasarkan tulisan yang pernah dimuat dimedia ini,tentang semakin banyaknya lembaga pendidikan yang menerima bantuan komputer dan pusat sumber belajar dari Direktorat Jenderal Dikdasmen.
2.Perlunya memotivasi guru untuk memanfaatkan hasil inovasi pembelajaran secara efektif,
efisien.
3.Bagi guru geografi,saatnya mencari alternatif pendekatan lain yang dapat menjadi pengganti
pendekatan field work,asalkan makna dan substansi materi tidak membias.Karena
pendekatan ini lebih efisien baik dari segi waktu,biaya,keamanan dibandingkan praktek
lapangan(field work).
.jpg)